28 September 2023

PASUKAN TAHUN GAJAH

 Pasukan Gajah Abrahah Mau Hancurkan Kabah, Tahun Kelahiran Nabi

Oleh : Noor Aidlon

A

brahah adalah penguasa Ethiopia yang sangat hebat saat itu. Dia berhasil menaklukkan dan  menguasai Yaman. Salah satu daerah Jazirah Arab yang sangat subur.  Dia Penganut Kristen yang sangat taat.  Dari Yaman – kota yang sangat strategis, dia bermaksud menyebarkan pengaruh Kristen ke daerah Jazirah Arab.

Dia tahu di Mekah ada Ka'bah. Dan dia tahu betul, setiap tahun Ka'bah didatangi banyak orang dari seluruh pelosok Jazirah Arab.  Daerah Mekah menjadi maju. Perekonomian berputar. Dan potensi sbg penyebaran pengaruh sangat besar. Para penyair, para penyihir berlomba2 datang kesana untuk menebar pesona. Menyebar pengaruh.

Abrahah iri melihat Mekah dengan Ka'bah nya itu.

Untuk mengurangi pengaruh Ka'bah, lalu dibangunlah gereja yang sangat megah pada zaman itu. Di Shan'a -  Ibukota Yaman,  Gereja Qullais. Dia juga mengirim surat kepada beberapa maharaja di Jazirah Arab. Isinya meminta dukungan agar rakyat Jazirah Arab mengalihkan ziarahnya ke Qullais.

Namun upaya2 itu tidak membuahkan hasil. Masyarakat tetap berziarah mendatangi Ka'bah. Dan Gereja Qullais pun tetap sepi.

Selama masih ada Ka'bah, Qullais tidak akan laku. Hanya dengan menghancurkan Ka'bahlah masyarakat Arab akan beralih ke Qullais. Itu hasil pemikirannya setelah lama merenung.

Tekatnya telah bulat. Marahnya telah membara. Lalu dipersiapkan pasukan yang sangat kuat. Logistik yang sangat cukup. Abrahah memimpin sendiri pasukan itu. Dia mengendarai gajah yang besar,  Mahmud namanya.

Mendengar berita Abrahah mau menghancurkan Ka'bah, sejumlah Kabilah Arab melakukan perlawanan. Namun tdk ada satupun yg berhasil.

Kenyataan ini membuat ciut nyali kabilah Arab lainnya.

Pasukan Abrahah semakin merajalela. Mereka merampas harta benda dan ternak penduduk Arab, termasuk 200 ekor unta milik Abdul Muttholib.

Abdul Muttholib adalah pemimpin suku Quraisy dan sekaligus juga penguasa Ka'bah.

Ketika sampai di daerah Tho'if, Abrahah mengirim utusan  untuk menemui penguasa Ka'bah. Kepada Abdul Muttholib disampaikan pesan : Abrahah tidak bermaksud mau perang dengan bangsa Arab. Dia hanya ingin menghancurkan Ka'bah.

Agar tidak terjadi kurban yang semakin banyak, Abdul Muttholib bersedia diajak bertemu Abrahah.

Abrahah sangat menghormati Abdul Muttholib. Beliau diajak duduk sejajar dengan Abrahah. Belum pernah Abrahah bersikap seperti itu kepada pemimpin lainnya.

Ketika ditanya apa permintaan Abdul Muttholib agar tidak terjadi peperangan ?
Kembalikan 200 ekor untaku dan juga unta2 rakyatku, jawab Abdul Muttholib tegas. Tidak ada keraguan.

Sebagai penguasa Ka'bah, mengapa Anda tidak membela dan mempertahan Ka'bah mati2an. Anda ternyata pemimpin  yg egois. Kata Abrahah sinis.

Ka'bah sudah ada yang punya sendiri. Tergantung yang punya. Apakah Dia akan mempertahankan atau menyerahkan untuk dihancurkan. Siapa yang punya, tanya Abrahah. Tuhan - Allah yang punya, jawab Abdul Muttholib.

Meskipun perundingan dilakukan dg kesinisan, akhirnya ditemukan kesepakatan. Unta dan binatang ternak milik Abdul Muttholib dan rakyatnya dikembalikan semua. Dan Abdul Muttholib dan rakyatnya tidak akan menghalangi langkah Abrahah.

Abdul Muttholib pun pulang ke Mekah.
Beliau meminta penduduk Mekah untuk bersembunyi mengungsi diatas gunung. Dari balik batu2 mereka menunggu dan melihat apa yang dilakukan Allah - pemilik Ka'bah yg sejati.

Pada hari yang ditentukan  pasukan Abrahah bersiap untuk menuju ke Mekah.

Pasukan Gajah mulai diberangkatkan. Namun tidak satupun yang mau melangkahkan kakinya. Segala upaya dilakukan. Dipukul, ditarik belalainya, ditarik telinganya, namun tetap tak satupun Gajah itu mau bergerak.

Dalam situasi Abrahah marah dan frustasi, tiba2 di udara datang ribuan burung. Ribuan burung itupun melempar batu2 kecil ke arah pasukan Abrahah. Laksana terserang wabah, para pasukan Abrahah pada meninggal dengan mengenaskan terkena batu2 kecil itu. Al Qur'an mengistilahkan kondisi mereka seperti daun yang dimakan ulat.
Dan Abrahah sendiri meninggal dengan semua anggota badan hangus dan bernanah.

Pasukan Abrahah yang dikenal sebagai pasukan gajah habis tak tersisa.
Ka'bah tetap berdiri kokoh dalam penjagaan pemiliknya. Dengan cara yang tak pernah terlintas dalam fikiran mahluknya. Dengan cara yang diluar nalar manusia.

Beberapa bulan setelah peristiwa itu, Siti Aminah - menantu Abdul Muttholib - melahirkan bayi laki2. Diberi Nama Muhammad. Yang kemudian menjadi Nabi terakhir sampai akhir zaman.

Dan tahun kelahiran beliau pun dikenal sebagai Tahun Gajah.

#NA
#KSB270923
#Maulid Nabi
#ref.Buku Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad  SAw karangan HMH Al Hamid Al Husaini

 

27 Juni 2023

BPJS GIGI

Jangan Remehkan Kualitas Dokter Gigi di Puskesmas

 Oleh : Noor Aidlon


K

apan itu, gigi saya terasa sakit. Kiri kanan lagi. Untuk mengunyah terasa sakit sekali. Kemanapun makanan didalam mulut diarahkan untuk dikunyah pasti terkena gigi yang sakit. Makan menjadi tidak nyaman.

Malamnya terpaksa saya harus ke dokter gigi. Referensi teman saya. Selesai sholat Isya saya berangkat ke tempat prakteknya.  Tempat prakteknya dirumah dokter itu. Ada 3 pasien yang menunggu.  Saya pasien yang ke empat.

Tidak sampai 1 jam, saya dipanggil masuk ke ruang praktek. Basa basi sebentar, kemudian saya dipersilakan duduk di kursi pasien. Mulut terbuka dan lampu terang menyorot ke dalamnya. Lho koq baru sekarang ke sini nya, kata dokter itu. Itu sudah banyak yang harus dirawat. Iya dok, saya paling takut ke dokter gigi. Trauma kata saya. Bapak harus ubah mindset nya. Kedokter gigi itu untuk menghilangkan rasa sakit.  Bukan cari sakit. Kata dokter itu memotivasi. Iya dok. Tapi pengalaman  pertama saya dulu itu sangat menyakitkan, kata saya.  Kita lihat ya; Insya Allah saya akan berhati hati agar Bapak tidak kesakitan.

Yang urgent, yang menimbulkan rasa sakit ada 2 Pak. Yang gigi sebelah kanan bawah ada yang berlubang. Dan yang sebelah kiri atas ada indikasi patah, kata dokter. Ini yang bisa diatasi malam ini hanya yang kanan bawah saja.  Paling tidak Bapak bisa mengunyah dengan gigi sebelah kanan dulu.  Sedangkan yang kanan atas harus menunggu foto terlebih dahulu.

Setelah besuk paginya foto, malamnya saya kembali lagi ke dokter. Benar gigi kiri atas ada yg patah. Terus diapakan dok, tanya saya. Harus dicabut, kata dokternya. Mendengar kata dicabut, hati saya langsung menciut. Tidak punya nyali. Tidak bisa dirawat, tawar saya. Tidak bisa. Patahnya suadh lebih dari separoh gigi.  Waduh saya tidak siap dok. Saya minta waktu noto ati dulu. Dan malam itupun tidak ada tindakan apapun yang bisa dilakukan dokter.

Beberapa hari setelahnya;  saya terfikir untuk mencari second opinion. Teman saya menyarankan pakai BPJS saja. Beberapa bulan yg lalu; dia melakukan perawatan dan penambalan di RS Airlangga pakai BPJS.  Dokternya enak. Bisa diajak diskusi dan konsultasi.  Antrinya juga tidak banyak. Perlu hanya waktu 1 - 2 jam di rumah sakit. Masih managable, batin saya. Toh saya punya banyak waktu.

Sayapun mencari kartu BPJS saya. Saya sudah menjadi anggota BPJS selama beberapa tahun. Dan belum pernah memakainya sama sekali.  Sekarang saya mau pakai. Sekalian mau merasakan apakah pasien BPJS ini adalah pasien kelas dua. Dengan pelayanan yang berbeda dengan pasien biasa; yang bayar sendiri.  Seperti yang dulu sering menjadi keluhan masyarakat.

Saya kemudian browsing bagaimana cara berobat dengan BPJS. Saya harus datang ke Faskes Tingkat I dulu. Kalau tidak bisa ditangani oleh Faskes pertama; akan dibuat surat rujukan ke faskes selanjutnya.

Saya lihat kartu BPJS saya. Faskes tingkat I di Puskesmas Menur.  Jadi saya harus kesana. Saya sengaja ke Puskesmasnya agak siangan. Jam 09.30.  Langsung ke loket pendaftaran. Diberikan nomor : 19. Saya lihat di layar display; saat itu yang sedang ditangani dokter adalah pasien no 17. Berarti tinggal 1 pasien lagi.

Dari layar display itu, saya mengetahui ada beberapa pelayanan di Faskes ini. Ada dokter umum. Ini yang antriannya paling banyak. Ada dokter Ibu dan Anak. Ada yang khusus lansia. Dan dokter Gigi. Berarti Faskes ini cukup lengkap. Hampir jam 10 pagi, kursi yang disiapkan masih terisi penuh. Saya perhatikan ada 8 baris kursi antrian. Setiap baris berisi 8 kursi.  Berarti masih lebih dari 60 pasien yang antri.

Kurang dari 15 menit saya sudah dipanggil masuk. Cepat juga fikir saya. Dalam ruangan ada 2 orang dokter gigi dengan 2 dental unit dan  4 orang assistentnya. Satu dental unit masih relative baru. Secara umum ruang periksanya bagus. Hanya saja system penerangannya masih kurang memadai. Terasa gelap dan pengap.

Saya tunjukkan foto gigi saya – yang tersimpan di handphone - ke dokter yang memeriksa. Kemudian dia periksa gigi saya.  Gigi yang kanan bawah ternyata tambalannya lepas. Ternyata masih tambalan sementara. Saya ditegur mengapa tidak balik ke dokter giginya. Saya malah yang kaget. Memang harus balik lagi setelah ditambal. Dokter giginya tidak minta saya Kembali lagi. Kata saya.

Baru dijelaskan bahwa yang dilakukan dokter sebelumnya adalah perawatan gigi. Sebelum gigi ditambal permanen harus dirawat dahulu agar kondisi gigi dan akar giginya sehat. Dalam masa perawatan itu, dokter melakukan penambalan sementara. Ini kapas yang dikasih obat masih menempel. Jelasnya.  Mestinya setiap minggu datang lagi ke dokternya. Untuk perawatan. Itu bisa 3 atau 4 kali kedatangan baru ditambal permanen.

Yang gigi kiri atas yang patah bagaimana dok. Tanya saya. Harus dicabut Pak. Tidak bisa dipertahankan lagi. Karena selain patah, giginya juga sudah goyang.

Kalau begitu; bisa minta rujukan ke RS Airlangga Bu ? Tidak bisa langsung ke RS Tipe B. Harus ke Tipe C terlebih dahulu.

Dan sayapun pulang dengan gundah hati. Dengan membawa pulang surat rujukan ke dokter gigi di RS Mitra Husada. Rumah Sakit tipe C.

#NA

#KSB 210623