27 November 2012

SUKSES ADALAH FITRAHNYA MANUSIA



Coba tanyakan kepada 25 orang yang anda anggap paling pintar di sekitar anda atas 3 pertanyaan berikut dan kemudian catat jawabannya.
Pertanyaan pertama; apakah dia milih menjadi sukses atau gagal ?
Pertanyaan kedua; apakah dia milih menjadi kaya atau miskin ?
Pertanyaan ketiga; apakah dia milih menjadi orang yang memberikan bantuan atau orang yang menerima bantuan ?

Kemudian pilih 25 orang lain yang anda anggap paling bodoh disekitar anda dan tanyakan 3 pertanyaan yang sama dan kemudian catat jawabannya.
Kira kira apakah ada perbedaan jawaban dari 2 kelompok orang tersebut ? Apakah ada perbedaan jawaban yang diberikan oleh orang yang paling pintar dan yang diberikan oleh orang yang anda anggap bodoh.

Saya bisa tebak dengan yakin, bahwa tidak ada satupun perbedaan jawaban. Jawaban orang yang pintar; yang otaknya encer pastilah akan memilih menjadi orang sukses; menjadi kaya dan menjadi orang yang memberikan bantuan. Demikian juga dengan jawaban orang yang otaknya dianggap tumpul.

Kalau demikian; apakah keinginan menjadi sukses; menjadi kaya dan menjadi orang yang membantu orang lain itu adalah keinginan yang berasal dari otak ? Tentu bukan. Keinginan itu adalah keinginan yang berasal dan keluar dari hati nurani; dari suara hati setiap orang.

Bila anda melihat orang yang hidupnya memprihatinkan; maka secara naluri anda akan punya keinginan untuk membantu bukan ? Ketika ada teman di kantor saya yang  tertimpa musibah sakit yang harus diopname di RS; pastilah ada orang yang inisiatif menginfokan ke teman teman dan membuka kesempatan untuk menyumbang. Hasilnya ? Alhamsulillah; uang yang terkumpul cukup memadai; bahkan beberapa kasus bisa terkumpul melebihi yang dibutuhkan untuk berobat. Bukankah di tempat anda juga demikian ?

Bila anda melihat ada orang yang sangat bengis; yang menganiaya orang tuanya; apakah hati anda tidak merasa benci; gregetan kepada orang itu ? Apakah perasaaan seperti itu hanya anda yang merasakannya ? Coba perhatikan bila anda bersama sama keluarga; menonton sinetron atau film dan melihat adegan ada orang yang menganiaya istri dan anaknya. Bagaimana reaksi dari keluarga anda yang menonton ? Sama bukan ? Tentu mereka gregetan; kalau bisa mau memarahai sang suami atau si ayah yang keras itu. Padahal itu hanya acting.  Tidak jarang kita ikut menangis melihat adegan yang memilukan. Teman saya berkelakar; dia nangis karena dibayar untuk nangis; lha kita nangis untuk apa ? Orang itu juga bohong bohongan; hanya acting.

Saya pernah melihat film yang menceritakan kisah Pangeran Diponegoro. Bagaimana para penonton teriak teriak emosional ketika melihat adegan Belanda menyiksa dan menganiaya penduduk.  Dibagian lain; mereka bertepuk tangan ketika Pangeran Diponegoro yang dengan gagahnya menunggang kuda dan menghunus kerisnya datang untuk menolong.

Jadi, keinginan membantu adalah fitrah manusia yang ditanamkan oleh Tuhan kedalam setiap jiwa; setiap hati nurani. Sedangkan untuk bisa membantu kita harus punya terlebih dahulu. Demikian juga dengan keinginan menjadi kaya dan sukses adalah fitrah manusia.  

Bila ada orang yang tidak ada keinginan untuk sukses; tidak ada keinginan untuk kaya dan tidak ada keinginan untuk membantu orang lain; perlu dicek apakah hatinya masih lembut atau sudah mengeras atau bahkan sudah mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar