01 Juni 2020

WARISAN ITU ADA DI PUNDAKMU


S
elama lebaran tahun ini. Sudah beberapa kali saya mengikuti acara halal bil halal secara online. Biasanya halal bil halal dikalangan keluarga sendiri.  Namun yang diselenggarakan tanggal 26 Juni 2020 siang  itu.  Oleh Bani Usman itu -  terasa begitu istimewa.

Istimewa – karena pesertanya  bertebaran dibeberapa kota. Didalam dan luar negeri. Ada yang di New York, California, Bahrain dan Kuala Lumpur. Dan tentu saja yang terbanyak ada di Indonesia. Di Jakarta, Bandung; Tangerang, Surabaya, Malang. Entah dimana lagi – saya tidak hafal.  

Istimewa – karena jumlah pesertanya paling banyak. Kalau biasanya hanya diikuti oleh sekitar belasan peserta. Kemarin itu sampai 35 peserta.  Dan; hampir setiap peserta juga membawa serta keluarga.  Anggap saja. Setiap peserta ada 2 orang yang  ikut.  Itu saja berarti sudah 70 orang yang ikut acara itu.

Dan saya percaya. Masih ada peserta lain yang tidak tertangkap kamera. Yang duduknya diluar jangkauan kamera hand phone atau laptop yang dipakai. Namun masih bisa mengikuti jalannya acara. Dengan mendengarkan suaranya. Yang sekali kali juga mengintip lewat layar Hand Phone  atau laptop yang dipakai untuk Zoom zooman itu.

Highly appreciated untuk saudara yang ada di luar negeri. Yang perbedaan waktunya cukup lama. Saya yakin seperti Lik Ami dan Shonan yang di New York. Harus woke up at 2 o’clock early in the morning. Demikian juga dengan yang di California. Ini perjuangan yang luar biasa. Only with your great intention for keeping silaturahim, it could be done. Kita doakan semoga  silaturahim online itu dicatat sebagai amalan yang baik.  Seperti silaturahim biasa. Yang bisa  saling berjabat tangan itu.

Istimewa – karena acara di tata dengan rapi. Ada run down nya. Seperti acara halal bil halal biasa. Yang dilakukan di gendung itu. Moderatornya, sang keponakan – Gus Hilman, begitu luwesnya. Meskipun acaranya begitu rapi, toh  masih tetap terasa  santainya.

Istimewa – karena acara dimulai dengan tahlil. Kita berdoa untuk Mbah Hasyim dan istri, Mbah Usman dan isri. Dan juga untuk keturunan beliau. Khususnya yang sudah wafat. Beliau beliau ini tentu telah berjasa besar terhadap kita. Yang telah melahirkan generasi generasi yang baik. Generasi generasi  sukses. Yang tetap hormat dan menghargai para leluhurnya. Tidak banyak keluarga yang masih tetap guyup rukun. Masih tetap menghormati dan menghargai Mbah Buyutnya. Dan saya termasuk orang yang beruntung. Menjadi anak mantu dari keluarga ini.

Acara tahlil ini dipimpin oleh priyantun yang mumpuni. Gus Adib. Yang bergelar Kyai Haji Tuan Guru Lora itu.  Gelar yang telah disematkan  oleh sang moderator. Acara tahlil berjalan lancar dan khusuk

Istimewa – karena acara ini juga ada pencerahan dari Mas Mukhtar. Yang dokter itu. Yang kyai itu. Mengenai bagaimana  menghindari masalah kejiwaan akibat covid 19. Satu tinjauan yang sangat cerdik dan bermanfaat. Cerdik karena menyajikan angle yang berbeda. Banyak sudah dokter yang mengupas mengenai covid 19. Kebanyakan dari segi kesehatan fisik. Yang ini dari segi kesehatan jiwa. Apalagi kemudian diperkenalkan DOI SMARTS ala mas Mukhtar ini. DOa, Istighfar, Selalau Mengucapkan syukur Alhamdulillah, Ridha, Tawakkal, Sabar itu.  Yang dilengkapi dengan dalil dan lafal doanya. Yang bisa langsung di praktekkan. Atau bahkan sudah sering di praktekkan. Ini sangat bermanfaat. Bermanfaat untuk menjaga kesehatan jiwa kita. Agar tidak stress. Tidak depresi.

Istimewa – karena Mas Rofi’ menceritakan sejarah siapa Mbah Usman itu. Yang ada sisi lain yang belum banyak diketahui. Mbah Usman adalah sosok pembelajar sejati.  Beliau paling tidak tercatat telah belajar dan mondok di 6 tempat berbeda. Sebelum akhirnya mendirikan pondok Assalam di Cepu itu. Begitu banyak buku/kitab literaturnya yang telah dibacanya. Ini adalah warisan terbesar beliau. Siapakah – dari Bani Usman ini  yang akan menjaga, meneruskan dan mengembangkan warisan ini. Mas Rofi’ mulai memprovokasi. Dengan gaya khasnya mas Rofi’.

Mengembangkan pesatren memang bukan perkara mudah. Membangun awal pesantren yang dilakukan Mbah Usman juga bukan perkara mudah.  Dulu, mbah Usman membangunnya sendirian. Dari nol.   Itu kira2 lanjutan kata kata Mas Rofi’ – dalam imajinasi saya.

Istimewa – karena Mas Amin – pengusaha sukses juga memberikan pandangannya. Pandangan khas seorang Pengusaha. Selalu Visioner.  Selalu bicara jauh kedepan. Melihat peluang. Bukan berkutat pada  masa lalu. Bukan berkutat pada problem saja.

Bagaimana dunia Pendidikan kedepan; beliau ceritakan dengan sangat baik dan menarik. Mengingatkan saya pada istilah Standardized but Customized. Yang saya perkenalkan ke team saya 10 tahun  yang lalu. Standardized in the system; Customized in the content.  Seperti yang sedang di kerjakan Mas Amin ini.  Mas Amin sedang membangun Integrated Management Information System. Didalamnya ada system Pendidikannya. Tinggal mengisi content nya. Sesuai dengan kebutuhan.

Saya membayangkan. Bani Usman ini mempunyai potensi yang luar biasa. Masing masing mempunyai kompetensi dan kemampuan yang berbeda. Ya – kompetensi yang berbeda. Yang bisa saling mengisi. Justru inilah keunggulannya. Tinggal bagaimana menyelaraskannya. Tinggal bagaimana menyambung antar titik kompetensi. Tinggal menyatu padukan. Seperti melakukan knowledge management itu.

Warisan Mbah Usman harus di kembangkan. Pondok harus dikembangkan. Insya Allah semua sepakat itu. Sang dirigen – konduktor telah di tunjuk. Oleh peserta silaturahim itu. Dengan atau tanpa persetujuan yang ditunjuk. Kita tunggu sang konduktor memanggil para pemusiknya. Para penyanyinya. Pun para penata panggungnya. Untuk mendesign orchestra seperti apa yang akan di tampilkan. Ini bukan hal yang mudah. Tapi bukan juga mustahil. Ini bukan tanggung jawab sang konduktor semata. Tapi semua orang. Yang mengaku Bani Usman.

#NA
#KSB280520
#Halal_bil_halal_online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar