17 November 2009

KEIKHLASAN

Bila dua sendok makan gula putih dimasukkan kedalam gelas, kemudian masukkan setengah sendok kopi bubuk dan tuangkan air panas, lalu aduklah.  Orang jawa menyebut minuman tersebut sebagai wedang kopi ( wedang artinya air panas ).  Gula putih yang kita campurkan kedalam minuman tersebut dan menyebabkannya terasa manis tidak pernah disebut namanya sebagai pelengkap nama kopi, menjadi kopi gula, tidak pernah ada nama itu.  Dan apabila gula, kopi,  air panas dan susu diaduk, orang menyebutnya sebagai kopi susu. Kembali nama gula tidak pernah disebut kendati rasanya berperan sangat significant.  Padahal tanpa gula, minuman  itu disebutnya kopi pahit.

Bila dua sendok makan gula putih dimasukkan kedalam gelas, kemudian tuangkan air panas dan celupkan teh, orang jawa menyebutnya wedang teh. Kembali nama gula tidak pernah disebut meskipun rasa gula sangat dominan didalam minuman itu. Apabila beberapa biji es batu kita masukkan kedalam minuman tersebut, maka wedang teh itu berubah namanya menjadi es teh. Kembali nama gula tidak pernah disebut lagi. Kalau toh ada orang yang mau menyebut agak lengkap disebutnya  es teh manis, dan bukan es teh gula.

Demikianlah kodrat gula.  Rupanya gula memang diciptakan dengan tingkat keikhlasan yang sangat tinggi.  Tidaklah perlu mengabadikan nama saya; yang penting sifat dan rasa saya bisa mewarnai dan bermanfaat bagi alam sekitar, demikian kira kira sifat gula tersebut. 

Bagi gula, nama tidaklah penting. Yang paling penting bagaimana sifat, fitroh dan manfaat gula bisa mewarnai kehidupan yang sangat beragam.  Inilah bentuk keikhlasan yang sangat tinggi.  Satu tingkatan yang sangat sulit dicapai oleh makhluk yang namanya manusia. Untuk bisa mencapai tingkat itu, diperlukan pemahaman yang dalam tentang hakekat hidup.  Apa yang kau cari kawan ? Demikianlah pertanyaan sangat sangat sederhana,  namun sulit sekali menjawabnya. Diperlukan perenungan yang sangat dalam, dan tidak cukup hanya ditingkat fikiran; tapi perlu perenungan yang mendalam.  Dengan merenung sejatinya kita mengingat kembali posisi kita sebagai makhluk yang kecil, yang lemah dan yang sangat tergantung ( dependent ) yang kehadirannya dimuka bumi mengemban satu amanah dalam kehidupan. Dengan merenungkan makna dan hakekah hidup, orang akan menjadi jauh lebih dewasa menyikapi hidup dan kehidupan.

Mari kita Lihat bagaimana kisah orang orang hebat, bagaimana  mereka bersikap lebih sopan; lebih rendah hati;  bukankah mereka selalu mementingkan misi ketimbang nama yang tersohor. Rupanya itulah rahasianya; dengan menemukan hakekat maka semua akan kelihatan begitu sederhananya.

Semoga menginspirasi... ( KSB 21.44 wib )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar